Lebaran

MasyaAllah cepet banget rasanya Ramadhan tahun ini. Tiba-tiba aja udah lebaran. Time runs so fast. Hmm, semoga bisa ketemu lagi dengan Ramadhan tahun depan dengan keadaan yang tentunya lebih baik lagi dan dengan target-target yang lebih keren lagi. Omong-omong tentang Ramadhan kemarin ini, alhamdulillah walaupun target banyak yang tidak terpenuhi, tapi setidaknya tetep harus bersyukur banget karena target yang paling prioritas terpenuhi dengan sangat memuaskan. InsyaAllah beberapa target yang belum knocked down bakal aku habisin di bulan Syawal ini, bismillah 🙂

Alhamdulillah juga awal Ramadhan dan awal Syawal lebaran tahun ini bisa barengan antar ormas Islam di Indonesia. Jadi lebih terasa seru, selain juga bakalan bagus buat syiar Islam. Kelihatan kalau Islam itu guyub dan rukun gitu. Heheu.

Oiya, belum ngucapin. Gapapa meski telat sehari.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1436 H.

Taqabalallahu minna wa minkum. Semoga Allah menerima amalan kami dan kalian.

Ja’alanallahu waiyyakum minal aidin wal faidzin. Semoga Allah memasukkan kita dari orang-orang yang kembali dan beruntung

Dan tentu harapan paling besar dengan perginya Bulan Ramadhan kali ini, semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita yang telah menggunung. Semoga kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi. 🙂

Well, seperti biasa agenda hari-hari lebaran. Silaturahim ke rumah-rumah saudara. Lebih banyak ke saudara yang dari jalur Ayah sih. Karena yang deket-deket. Ngabisin makanan terutama cemilan terutama yang ada coklatnya, sama ngebabisin ketupat, lontong, dan opor-opornya. Gilak kenyang abis. Ya walaupun masih dalam batas kenyang.

Lebaran kali ini kayaknya bakalan lumayan padet. Prioritas utama tetep ngikut kemana Ayah ngajak. Biasanya sampe 4 hari full. Terus habis itu aku ngajak atau diajak silaturahim ke rumah guru-guru. Dari SD sampe SMA. Apalagi tahun kemarin lebaran di di Indonesia cuma sebentar keburu ke Malaysia, jadi mungkin lebaran tahun ini rencananya menebus lebaran tahun kemarin yang kurang tuntas. Dan ditambah dengan -untuk pertama kalinya- dikasih tanggung jawab buat ngadain syawalan di kampung tanggal 25 Juli besok. Hmm, semoga lancar deh semuanya.

Overall selalu seneng sih menikmati momen lebaran. Kumpul keluarga besar, makanan yang enak-enak, banyak wejangan, dan tentu banyak doa dan restu. Gimana dengan suasana lebaran kalian, Sahabat? 🙂

****

Ga tau kenapa hari ini banyak pertanyaan yang masuk  di account ask.fm. Padahal aku biasanya jarang banget buka ask.fm. Dan entah ini aneh atau enggak, pertanyaannya seputar nikah. Pfft. Bingung juga sih balesnya, secara aku belum nikah. Heheu.  Tapi tetep seru sih buat bales-balesnya. Itung-itung buat ngisi waktu dan tetep jangan sampe ‘lupa’ dengan topik nikah. Tetep kudu inget kalau emang udah mau waktunya. Heheu.

Oiya, karena tadi banyak pertanyaan yang masuk -menurutku banyak karena biasanya emang jarang yang nanya- jadi sewaktu buka laptop iseng-iseng buka ask.fm dan ngotak-atik ask.fm yang emang bener-bener jarang aku apa-apain. Ternyata emang di ask.fm itu banyak pertanyaan dari robot yang tidak aku jawab. Males juga sih, ga penting gitu. Dan di tablet emang pertanyaan yang bukan dari robot yang bakalan ditampilin di notification dock. Nah, karena saking ga sukanya dengan banyaknya pertanyaan ga penting yang nyampah akhirnya aku hapus semua pertanyaan yang jumlahnya udah sampe ratusan. Eh, ga taunya ada beberapa pertanyaan yang bukan dari robot yang kehapus juga.

Oke, di postingan ini aku mau jawab beberapa pertanyaan yang aku masih inget inti pertanyaannya.

Q : Sudah adakah wanita idaman disekitarmu ?

A : Bingung juga kalau ditanya kayak gini. Mungkin ada tapi aku ga notice kali ya, karena emang dasarnya agak cuek. Atau ada tapi entah bakalan jodoh atau tidak. Tapi kalau ngomong-ngomong tentang wanita, kayaknya emang diusia saat ini atau mungkin 1-2 tahun kedepan, siapapun wanita yang dikenal dan punya kecocokan bakalan berpotensi besar jadi istri sih. Hmm…

Q : Wanita berjilbab atau tidak berjilbab ?

A : Kalau orang yang kenal deket sama aku pasti ga usah nanya tentang ginian. Pasti berjilbab. Dulu malah sempet ada beberapa temen yang nanya, besok pengen istrinya ber-niqab atau enggak. don’t know why they asked that. Tapi kalau aku sekarang ditanya bakalan jawab beda. 2-2nya boleh. Manapun tetep suka. Tapi… yang tidak berjilbab cuma waktu didepanku aja. 🙂

Afwan, buat pertanyaan yang belum sempet kejawab karena kehapus. Monggo ditanyakan lagi kalau memang mau bertanya. Feel free to ask and enjoy your ‘selo’ time. Siapa tahu ada manfaat yang bisa kita ambil dari yang-mungkin-kalau-liat-dari- kebanyakan-hanya-buat-iseng-iseng-aja.

Udah gitu dulu aja, enjoy your quality family and holiday time, Friends … 🙂

Advertisements

Butuh Menulis Lagi

Wow, sudah tanggal 1 April. Maret sudah terlewati. Dan aku tidak melewati Maret kali ini dengan pencapaian yang bisa dibanggakan. Tidak ada hafalan yang tambah, tak ada satu buku yang selesai dibaca, tidak ada proposal skripsi yang diajukan, dan banyak lagi yang tidak terurus. Termasuk tugas yang justru menumpuk tak terurus. Justru menjadi beban tersendiri. Di saat aku butuh semangat untuk segera menyelesaikan kuliah dan segera mengejar target-target lain, malah keadaannya di luar ekspektasi. Kenyataannya malah kondisi semangat yang loyo dan perasaan tertekan oleh to-do list yang aku tulis sendiri. Ah, kacau.

Memang sih tidak semua yang teralami di Maret kemarin separah itu. Masih ada beberapa bagian yang meningkat meski memang harus aku akui, overall I really need to change and improve. Soon or I’ll be damned again !

Alhamdulillah pagi ini ada waktu luang sebelum kuilah yang aku manfaatkan untuk me-list daftar harian seperti biasa ditambah dengan Report pribadi di bulan Maret. Aku rasa itu cukup penting, sangat penting malah. Dengan membuat record selama satu bulan dengan cukup detail aku harap akan ada peningkatan yang lebih di bulan-bulan berikutnya. Semoga deh. Bismillah…

———————————————–

Selalu ada perasaan lega setelah menulis sesuatu entah itu di blog atau di diary. Dan ternyata untuk menulis di blog, tentang bagaimana perasaan lega itu, sekarang aku sudah mulai lupa. Ada dua blog yang selalu aku update sebelumnya. Satu hanya untuk sampah, untuk menulis apa yang aku pikirkan dan kegiatan-kegiatan yang mungkin ga jelas (maksudnya blog ini, haha). Satu lagi yang sedikit lebih serius. Dan parahnya sudah 1 setengah tahun sudah tidak aku update. Tahun kemarin sempat sih membuat website berbayar, tapi kini riwayatnya sudah entah bagaimana. Pfft.

Ternyata aku memang sedang kangen untuk menulis di blog. Kangen untuk berbagi atau sekedar menyampaikan pikiran. Kangen untuk di-support untuk lebih giat menulis lagi, bahkan kangen untuk dikritisi. Ah, semoga kali ini benar-benar menjadi kegiatan rutin lagi. Meski aku sebenarnya tidak berani atau malas untuk berjanji. Tapi setidaknya tidak akan separah ini. Pokoknya aku lagi kangen dapet energi positif dari tulisan-tulisan dan pembaca yang supportive.

Yuk, pelan-pelan mulai lagi. 🙂

Malaysia Day 1 : Arrival

Setelah mengalami perjalanan udara hampir 3 jam, akhirnya berhasil mendarat dengan ganteng di Bandara Senai, Johor Bahru, Malaysia. Alhamdulillah…

Oke, insyaAllah selama sekitar sebulan ini aku dan 11 temenku bakalan menjalani salah satu program baru dari kampusku yaitu mengajar di luar negeri. Sebenernya program akan menjadi tolok ukur juga mengenai ASEAN Economics Community tahun 2015 mendatang. Dan kebetulan kesempatan kali ini kami dapet kesempatan buat belajar sekaligus mengamalkan ilmu kami di Malaysia. But wait! ini bukan TKI lho ya ! Jadi ga bakalan ada isu kami ngebunuh majikan atau menculik dan menjual anak majikan. Haha

Kampus yang aku tempetin saat ini ada di Batu Pajang, JB. Namanya UTHM. Universiti Tun Hussein Onn Malaysia. Kampusnya guede banget. Ga tahu berapa hektarnya. Pokoknya, kalau kalian kesini dan nyoba buat jalan dari ujung ke ujung, aku jamin, kaki bakalan teriak-teriak minta ampun.

Jadi gini, selama hampir sebulan ini kami bakalan mengajar di Vocational College di JB, yang sudah bekerja sama langsung dengan pihak UTHM. Untuk masalah teknis awalnya bakalan dijelasin lengkap besok di Upacara Penyambutan. Hari ini kami hanya diajak makan dan di-drop di Kediaman (dormitory/asrama) masing-masing.

Jarak dari Bandara Senai ke kampus UTHM lumayan jauh juga. 1 jam. Itupun kita ngelewati highway yang bener-bener sepi. Ga kayak jalan tol di Indonesia. Kanan kiri cuma perkebunan Kelapa Sawit. Dari atas pun, sejauh mata memandang cuma kelihatan perkebunan oil palm tree. Beda dengan saat lewat Singapore yang kelihatan kayak miniatur gedung-gedung tinggi. Ya, aku tahu. Itu bukan miniatur, itu gedung beneran. Soalnya awal tahun kemarin, aku tersesat dengan keren waktu muter-muter di situ.

Setelah nyampe di UTHM, pertama lihat kaget dengan luasnya kampus ini. Di kanan kiri kampus masih di kelilingi perkebunan kelapa sawit. Luas banget. Ga kebayang, gimana kalau ilang ditengah-tengahnya. Hem…

Suasana di UTHM, mirip suasana pesantren gitu. Asrama putra sama putrinya di pisah jauh. Pake banget. Kalau jalan kaki sekitaran 15-20 menit. Kata salah satu temen kenalan di sini sih, hampir semua sekolah dan perguruan tinggi di Malaysia kayak gini.

Dari beberapa kampus di luar negeri yang pernah aku datengin, semuanya ada dormitory-nya (ada yang semua mahasiswa stay di dorm, ada yang hanya First Year Student aja). Suasana di kampusnya juga enak banget buat belajar. Dari fasilitas sport center, gedung-gedung perkuliahan, dll, semuanya ngedukung banget buat mahasiswanya belajar. Beda banget dengan kondisi di Indonesia yang cuma beberapa kampus aja yang punya dormitory dan luas area kampus yang besar. Satu lagi ironi bangsa kita. Pendidikan di nomer sekiankan.

Balik ke kegiatan kita hari ini. Setelah nurunin temen-temen yang putri, kita diantar ke asrama putra. Naik bus cuma 3 menit. Di Tun Syed Nasir Residential College. Tempatnya ga bisa di bilang bagus, tapi juga ga bisa di bilang juga sih. Lumayan lah. Sebenernya lebih mirip sama kamar di pondok pesantren.

Malem itu, kami sepakat untuk mengadakan meeting di guest house tempat dosen pembimbing kami tinggal. Deket asrama tempat temen-temen putri, Tun Doctor Ismail Residential College. Atau lebih di kenal dengan TDI (english pronounce: ti di ai) sama anak-anak kampus di sini. Kayak yang aku bilang tadi, lumayan jauh. Jalan kaki 20 menit.

Setelah sampai di guest house tempat dosen kami tinggal, kami menyadari realita bahwa tempatnya jauh lebih nyaman dari dorm putra. Ditambah ada 2 kamar di guest house ini yang tidak terpakai. Akhirnya kami sepakat untuk kembali ke Tun Syed Nasir mengambil barang bawaan kami. Jadilah malam itu kami jalan 30 menitan dengan bawa barang bawaan berat untuk bertahan hidup sebulan di Malaysia. Dengan muka ngantuk dan capek. Huft banget.

Alhamdulillah, ada purnama yang keren banget di langit timur. Bisa sedikit menjadi penghibur malam yang melelahkan ini. Masya Allah…

Di guest house yang cukup nyaman ini, kami segera membahas beberapa hal yang sebenarnya diluar dugaan kami. Seperti: Vocational College yang kami tempati jaraknya berjauhan antara 1-2 jam dari UTHM!!, di dorm UTHM tidak ada dapur untuk mahasiswa, transportasi selama kami di sini, dan kemungkinan-kemungkinan lainnya. Untuk kemudian dibicarakan lebih lanjut besok saat penjelasan teknis oleh pihak UTHM.

Overall hari pertama ini capek banget. Bener-bener butuh istirahat. Ditambah sepertinya semua anggota tim merasakan satu hal yang sama: khawatir. Khawatir dengan kemungkinan dan ketidakmungkinan selama hampir sebulan kami disini.

Well, semoga semuanya lancar dan berkah. Mohon doanya juga guys. Mau langsung istirahat. InsyaAllah bakalan aku posting besok sama foto-fotonya. Selamat Malam ! 🙂